Halaman

Senin, 13 November 2017

MENULIS


"Orang-orang kadang bangga bisa bicara di depan dan suaranya didengar oleh 100 atau 500 orang, tapi mereka lupa, dengan MENULIS seseorang bisa bicara dan dipahami oleh ribuan bahkan jutaan orang." ~Mahbub Junaidi~
••••••
Kalimat di atas menjadi salah satu penyemangat kenapa saya harus rajin nulis. Tapi tidak asal nulis yang hanya membuat beranda orang lain terganggu dengan tulisan kita.
Sebagian dari kita tentu sudah membaca tulisan J.K. Rowling. Siapa dia? Iya, dialah penulis novel serial Harry Potter yang sangat fenomenal itu. Hampir semua usia suka. Dengn membaca tulisannya, kita seperti terlarut ke dalam dunia fantasi J.K. Rowling
Saat ini penulis Harry Potter itu tentu telah memanen hasil tulisannya. Lebih dari itu tentu dia sangat senang karena tulisannya dibaca orang seluruh dunia. Sayalah salah satu pembacanya.
Di Indonesia, banyak sebenarnya penulis-penulis handal. Saya ambil contoh, Ustadz Yusuf Mansur. Terlepas dari berita miring tentang UYM, beliau termasuk salah satu ustadz yang melek teknologi. Dan, rajin nulis.

Sabtu, 30 Juli 2016

BACAAN AL-QUR'AN YANG ANEH

al-Qur’an adalah kitab Allah yang sangat istimewa. Jika didalami dari sisi manapun tidak akan pernah selesai pembahasan mengenai al-Qur’an. Termasuk dari sisi cara membacanya yang beragam. Tetapi dari beberapa cara baca al-Qur’an yang bermacam-macam itu tidak merubah atau bahkan mengurangi kandungan al-Qur’an. Demikian salah satu mukjizat al-Qur’an.
Ketika sebagian orang mempertanyakan bacaan al-Qur’an yang aneh menurut telinganya, maka ada beberapa hal yang dapat dipahami terlebih dahulu sebelum mengatakan bahwa bacaan itu benar-benar aneh. Orang akan menyeut aneh sesuatu yang jarang atau bahkan belum pernah didengar sebelumya. Padahal bisa jadi itu bukan aneh tapi karena pengetahuannya saja yang belum sampai kesitu.
Saya pernah shalat berjama’ah di masjid raden pattah universitas brawijaya. Imamnya adalah mahasiswa pascasarjana dari libya. Ketika imam membaca surat yasin ada beberapa ma’mum yang secara spontan mengoreksi beberapa kalimat surat yasin yang dibaca imam. seperti فَهِيَ pada ayat 8. Imam membaca huruf ha’ dengan disukun. Beberapa ma’mum langsung menyauti dengan membaca kalimat tersebut dengan mengkasrah huruf ha’. Kemudian سَدًّا pada ayat 9. Imam membaca huruf sin dengan didhommah. Langsung saja ma’mum menyauti dengan membaca kalimat tadi tapi dengan memfathah sin seperti dalam mushaf yang sering kita gunakan. Dan masih ada beberapa kalimat yang lain yang tidak mungkin disebut satu persatu.